• Selamat Datang
 
  • :  
  • Hiburan
  •   :  
  • Seleb
  •   :  
Selasa, 7 Februari 2012
Ibu Namnung Bantah Tuduhan Ramon Papana
 
Dibaca : 232 kali     Komentar: 0

Kebayoran Lama, Wartakotalive.com

KELUARGA kandung mendiang Ade Namnung membantah semua tudingan miring yang disampaikan Ramon Papana, pria yang mengaku sebagai ayah angkat Ade.

Mereka juga menyatakan siap menghadapi pelaporan yang telah dibuat Ramon ke Polsek Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (4/2).

“Kalau mau melaporkan saya ke polisi, ya silakan,” kata Hariningsih (62), ibu kandung Ade Namnung, ketika ditemui di Wisma Pondok Indah 3, Jalan TB Simatupang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (6/2).

Saat itu Hariningsih ditemani Jack Damas (52), kerabat dekat Namnung, dan Sunan Kalijaga, pengacara keluarga.

Seperti diberitakan, Ramon menyatakan bahwa keluarga Namnung menginginkan semua harta benda milik komedian berbadan tambun itu. Bahkan, katanya, ketika mendatangi rumah Ramon di perumahan mewah Sentul City, Kabupaten Bogor, Hariningsih alias Ning dan keluarga besarnya melakukan perbuatan tak menyenangkan dan perusakan.

Padahal, kata Ning, dia bersama delapan orang lainnya, yang semuanya berusia lanjut, serta Rizal Prasetyo, adik kandung Namnung, datang ke rumah Ramon pada Sabtu sekitar pukul 11.00 itu hanya untuk silaturahmi. “Kami hanya silaturahmi sekalian minta KTP Ade Namnung untuk mengurusi segala kepentingan yang berkaitan dengan kematiannya,” ujarnya.

Dalam wawancara di Comedy Cafe, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu, Ramon mengungkapkan bahwa saat mendatangi rumah dia itu Ning dan keluarganya marah-marah, sambil menggedor-gedor pintu rumah.

Begitu masuk ke rumah, kata Ramon, Ning masih marah-marah dan merusak aksesori berupa vas keramik.

Nyenggol vas

“Tuduhan itu tidak benar. Kami sama sekali tidak menanyakan harta, rumah, mobil, dan barang lain milik almarhum,” ujar Ning, tegas.

Menurut dia, tidak ada seorang pun keluarga Namnung yang merusak rumah mewah Ramon. “Kami tidak merusak. Waktu itu memang ada yang ingin membuka gorden, tapi nyenggol vas bunga dan membuatnya pecah. Itu aja,” katanya.

Dengan demikian, kata Sunan Kalijaga, laporan Ramon ke polisi tadi keliru. “Tidak ada pelanggaran hukum seperti yang dituduhkan Ramon,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ning menegaskan bahwa dia tidak ingin kasus tersebut berlanjut. Baginya, lebih baik memperbanyak doa bagi Namnung, yang meninggal hari Selasa tanggal 31 Januari, daripada memperuncing permasalahan. “Saya minta maaf. Cukup sampai di sini saja,” kata Ning, seraya membantah bahwa Namnung ikut Ramon sejak usianya masih 13 tahun.

“Sejak kuliah, bukan sejak usia 13 tahun. Saat itu Namnung memang meninggalkan rumah, bilangnya untuk berkarya. Sejak itu kami tetap silahturahmi,” ujarnya.

Ning pertama dan terakhir bertemu Ramon saat sama-sama menjenguk Namnung yang dirawat di RS Mitra Keluarga Surabaya, dan kemudian dipindahkan ke RS Mitra Keluarga Cibubur, Jakarta Timur. Setelah itu, keduanya tidak pernah bertemu lagi.

Rencananya, Sunan akan mempertanyakan harta peninggalan Namnung kepada Ramon.

Sebelumnya Ramon mengatakan, kedatangan Ning dan keluarganya mempertanyakan harta Namnung. “Saat itu saya bilang suasananya masih berkabung. Tidak pantas menanyakan itu, selain berdoa,” ujar Ramon. (kin)

 

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]