

Jakarta, Wartakotalive.com
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 96/2/2012) ditutup melemah searah dengan bursa regional dipicu dari ekspektasi melemahnya pertumbuhan ekonomi China akibat dampak krisis hutang Eropa.
IHSG BEI ditutup turun 41,16 poin atau 1,02 persen ke posisi 3.974,79. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 9,30 poin atau 1,32 persen ke posisi 693,83 poin.
"Bursa regional termasuk IHSG ditutup turun cukup signifikan dipicu oleh ekspektasi melemahnya pertumbuhan ekonomi China akibat dampak krisis hutang Eropa," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (6/2/2012).
Ia menambahkan, pasar Eropa pada hari ini juga dibuka melemah menyusul batas waktu penyelesaian hutang antara Yunani dengan kreditur belum jelas penanganannya.
Ia memproyeksikan, pada perdagangan besok, Selasa (7/2) indeks BEI cenderung begerak melemah akibat minimnya sentimen positif.
"IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 'support-resistance' 3.941-3.992 poin," katanya.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menambahkan, tekanan jual yang terjadi pada saham perbankan dipicu dari potensi kredit macet serta potensi penurunan pendapatan akibat turunnya "yield" obligasi pemerintah untuk tenor jangka pendek, menengah, dan panjang atas portofolio perbankan.
"Hal itu menjadi faktor pendorong IHSG turun dalam perdagangan Senin (6/2)," katanya. (ant)

