• Selamat Datang
 
  • :  
  • Komunitas
  •   :  
  • Warta Komunitas
  •   :  
Senin, 6 Februari 2012
Kembangkan Sayap Bentuk Brigade Sepeda
Komite Sepeda Indonesia (KSI)
net  
Dibaca : 956 kali     Komentar: 0

Palmerah, Wartakotalive.com

Setelah sukses merangkul banyak komunitas pesepeda di Tanah Air, Komite Sepeda Indonesia (KSI) kini membentuk Brigade Sepeda yang setiap saat tanggap dalam membantu masyarakat yang terkena bencana.

Ketua Umum KSI, Syahrul Effendi kepada Warta Kota Selasa (24/1/2012 mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) membentuk membentuk Brigade Sepeda yang diawali dari warga yang bermukim di wilayah Jakarta Selatan.

"Sebagai langkah awal Brigade yang dibentuk ini berasal dari wilayah Jakarta Selatan. Tercatat 1.200 anggota dan pengurus Brigade di Jakarta saat ini. Dalam dalam waktu mendatang juga akan dibentuk di wilayah- wilayah seluruh Indonesia" kata Sekjen KSI AZ Harahab di kantor KSI Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan kemarin.

AZ Harahap yang didampingi Wakil Ketua Umum KSI, Dimas Kinasih menceritakan, untuk membentuk anggota dan pengurus Brigade ini cukup didatangkan dua orang setiap wilayah Rukum Warga (RW) di Jakarta Selatan.

"Di Jakarta Selatan ada 517 RW, kami ambil dua atau tiga orang per RW saja sudah terkumpul 1.200 orang" ujarnya. Bila seluruh wilayah DKI termasuk Kepulauan Seribu terbentuk Brigade diharapkan sekitar 7.000 orang akan masuk dalam barisan terdepan untuk peduli warga yang membutuhkan bantuan bila terjadi bencana seperti banjir, kebakaran dan yang lainnya.

Dengan mengendarai sepeda anggota Brigade Sepeda ini akan lebih mudah menjangkau pada sasaran di lokasi pemukiman warga yang dapat sekalipun. Dengan demikian anggota Brigade ini juga terasa lebih dekat dan akrab penduduk.

Menurut keterangan, anggota Brigade ini bersama anggota PMI juga dibekali dengan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Bersama PMI Brigade Sepeda akan berada di garis depan sebagai relawan sosial dan bencana alam.

Syahrul Effendi mengatakan, KSI juga memiliki program sosial kemasyarakatan antara lain tentang ikut melibatkan diri terjun pada kegiatan penghijauan lingkungan pemukiman, pembangunan tempat-tempat ibadah, pendidikan. "Kami sudah membangun sejumlah masjid di Tasikmalaya, Jawa Barat dan Sumatera Barat serta membangun ruang sekolah. Juga memberikan bantuan ke lokasi bencana lahar dingin di Magelang dan Sleman" kata Syahrul pula.

KSI yang merupakan sebuah wadah berhimpunnya para penggemar sepeda di Indonesia tanpa membedakan status dan golongan. KSI berniat mengembangkan sayapkan dalam membentu Brigade ke seluruh pelosok Nusantara agar semua warga juga bisa merasakan pelayanan dari Kominitas pesepeda ini. Menurut hasil survei tahun 2010 yang lalu, diperkirakan jumlah pesepeda di Indonesia ada sekitar 24 juta.

KSI bekerjasama dengan Pemda setempat mengupayakan adanya jalur sepeda. Di Jakarta yang pertama diresmikan yakni di Taman Ayodya sampai pusat Belanja Blok M yang jaraknya relatif dekat yakni sekitar 1,5 km. kemudian menyusul di Kepulauan Seribu tepatnya di Pulsu Tidung dengan dinamai Jembatan Cinta yang menghubungkan dua pulau kecil yang jaraknya sekitar 3 km.

"Dengan tiang beton dan lantai kayu cukup nyaman dilalui sepeda" kata Dimas Kinasih. Diarapkan dalam waktu dekat di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat juga akan memiliki jalur sepeda.

Untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan, KSI juga akan menerbitkan majalan sebagai sarana komunikasi antar anggotanya di Indonesia. "Majalah bulanan yang kami beri nama Goes Nusantara mudah-mudahan Februari 2012 ini terbit" tambah AZ Harahap.

Menurut catatan, saat ini KSI memiliki sekitar 350 komunitas yang tergabung dalam wadah ini tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.

Pada bulan Mei mendatang KSI akan menggelar acara yang cukup bergengsi yakni United Specialized International Dounhill Challange. Acara tahunan itu direncanakan juga beramaan pengukuhan DPD dan DPC di Bali. Kini KSI memiliki 4 DPD dan 16 DPC. (Yoseph Suhirno)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]