• Selamat Datang
 
  • :  
  • Seks & Seksi
  •   :  
  • Kesehatan
  •   :  
Minggu, 5 Februari 2012
Alamak, Mr P Kok Disuntik Minyak Rambut
Liputan6.com  
Dibaca : 481 kali     Komentar: 0

Pamekasan, Wartakotalive.com

Jangan ditiru prilaku ini. Gara-gara percaya terhadap bualan yang dilontarkan temannya, Syaiful Romadhon (37) menderita. Bagian kelaminnya membengkak. Pasalnya, ia coba-coba menyuntik Mr ‘P’ miliknya menggunakan cairan minyak rambut. Kejadian itu sudah berlangsung sejak dia keluar dari penjara, setelah menjalani masa tahanan karena kasus kecelakaan di lembaga pemasyarakat (Lapas) Kabupaten Sampang, tiga bulan lalu.

Ditemui di rumahnya di Dusun Mandala, Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (3/2), Syaiful Romadhon menceritakan awal penderitaannya. Seminggu menjelang habis masa tahanannya, dia dibujuk teman-temannya untuk memperbesar kelaminnya agar setelah sampai di rumah bisa memuaskan istrinya.

Syaiful percaya begitu saja dengan omongan teman-temannya di dalam penjara. “Saya sih percaya saja omongan itu, dan saya mau disuntik sampai dua kali,” kata Syaiful Romadhon.

Seminggu setelah disuntik itu, belum ada reaksi apa-apa. Namun, setelah seminggu tinggal bersama isteri dan anaknya di rumah, perubahan alat kelaminnya mulai terasa, buah zakarnya membesar dan sakit tak terhingga.

Ketika dibawa ke RSUD Pamekasan, mereka angkat tangan dan menyarankan Syaiful berobat ke Surabaya. Setelah diperiksa, ternyata biaya yang harus ditanggung Syaiful untuk menyembuhkan penyakitnya itu sekitar Rp 32 juta.

“Dari mana saya mendapatkan uang sebesar itu. Apalagi nanti setelah di Surabaya, buah zakar saya harus dipotong,” keluhnya dengan nada sedih.

Karena keterbatasan dana, Syaiful memilih dirawat seadanya di rumahnya dengan mengandalkan obat-obatan penurun rasa nyeri. Terkadang, kalau sudah tidak punya uang, dia menggunakan obat-obatan seadanya.

Meskipun kondisi Syaiful sudah menderita, Sulalah, isteri tercintanya bersama tiga anaknya, tetap merawatnya. “Saya hanya jualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama untuk biaya pendidikan anak-anak,” kata Sulalah, lirih. (Surya.co.id)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]