• Selamat Datang
 
  • :  
  • Layanan Umum
  •   :  
  • Warta Layanan Umum
  •   :  
Sabtu, 4 Februari 2012
Kapolda : Demo Boleh Asal Jangan Main Blokir Jalan
Warta Kota/Henry Lopulalan  
Dibaca : 364 kali     Komentar: 0

Semanggi, Wartakotalive.com
 

Ancaman aksi demo massa buruh kini kian mengganas. Belajar dari pengalaman kejadian unjuk rasa buruh di Bekasi yang memblokir jalan tol beberapa waktu lalu, pihak kepolisian sepertinya tidak mau kecolongan lagi di hari-hari yang akan datang.

"Kami sudah lakukan pendekatan dan penjelasan. Untung dan ruginya seperti apa (jika demo sambil memblokir jalan tol) , kerugian-kerugiannya misalkan kepercayaan Internasional kepada Indonesia tentang investasi, dan sebagainya," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Untung S. Radjab, Jumat (3/2/2012) siang.


Dikatakan Untung, di alam negara demokrasi ini siapa pun boleh berbeda pendapat. Kendati demikian, jangan sampai memaksakan kehendaknya terhadap orang lain. "Negara bangsa ini untuk semua, bukan untuk segelintir orang dan kelompok . Kita peliharalah. Unjuk rasa boleh saja tapi ada aturannya," kata perwira tinggi bintang dua yang suka menyanyi ini.

Kepolisian, kata Untung, tentu akan mengambil tindakan tegas jika aksi unjuk rasa berjalan anarkis. Polisi tidak akan membiarkan begitu saja apabila demo tersebut merusak obyek vital, menganiaya orang, dan juga mengganggu kegiatan masyarakat.

Pengganti Komisaris Jenderal Sutarman yang kini menjabat Kabareskrim Polri ini mengatakan, tindakan tegas yang akan diterapkan tentunya bergantung dari situasi dan kondisi di lapangan. Salah satu langkah tindakan dengan cara membubarkan massa unjuk rasa secara paksa.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini mengingatkan, Indonesia dibangun dengan darah dan nyawa. "Ini mbah-mbah kita seperti itu. Kita sudah merdeka, tapi kenapa negara kita malah dirusak sendiri," tuturnya.

Setelah di Bekasi, ancaman unjuk rasa menuntut kesepakatan upah minimum kota (UMK) dilakukan para buruh di wilayah Tangerang. Buruh ancam memblokir tol Tangerang 9 Februari mendatang. Untuk mengantisipasi terjadinya tindak anarkis yang dilakukan massa buruh, ribuan polisi dan TNI bersiaga.

Sebanyak 6.459 anggota polisi dan 1.100 personil TNI dari Kodam Jaya dikerahkan menjaga sejumlah titik obyek vital dan sekitar lokasi demo. Salah satu lokasi yang dijaga ketat yakni jalan tol ruas Jakarta - Tangerang dan Bandara Soekarno - Hatta. (ded)

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]