• Selamat Datang
 
  • :  
  • Pendidikan
  •   :  
  • Warta Pendidikan
  •   :  
Sabtu, 4 Februari 2012
Antara Doa, Tari Saman dan Nasi
Pertukaran Pelajar Asal Perancis
Kompas.com  
Dibaca : 423 kali     Komentar: 0

Serpong, Wartakotalive.com

Bagaimana perasaan pelajar Asing yang sekolah di Indonesia? Tentunya, ada hal berbeda dan suasana baru, seperti yang dialami Pauline Daburon (17), pelajar kelahiran Perancis, yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di SMA Negeri 2 Tangerang Selatan ini.

 

Pauline yang tinggal di Jakarta sejak 21 Agustus 2011 mengaku tidak mengetahui Indonesia sama sekali. Awalnya ia memilih Kanada dan Australia sebagai negara tujuan awal, tapi pada akhirnya Rotary International Club memilih Indonesia sebagai negara untuk pertukaran pelajar untuk Pauline.

Pauline mengikuti program pertukaran pelajaran yang disediakan oleh Rotary International Club, sebuah organisasi non-pemerintah yang ditangani oleh pihak swasta. Total ada 24 pelajar yang tergabung dalam Rotary Club. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Perancis, Meksiko, Brasil, Taiwan, Alaska, dan Kanada.

Ketika pertama kali mengikuti pelajaran di kelas, Pauline mengalami kesulitan berbahasa. Maklumlah, Pauline sama sekali tidak memahami bahasa Indonesia dan hanya sedikit bisa berbahasa Inggris.

Beruntung teman-teman sekelas Pauline mau membantu menerjemahkan kata-kata dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris agar Pauline mengerti. Pauline juga diajarkan berbahasa Indonesia dasar, seperti mengucapkan selamat siang dan terima kasih.

Ketika ditanya kenapa memilih sekolah ke negara lain, kelahiran 26 Maret 1994 ini ingin mendalami budaya di negara yang dituju. Selama di Indonesia, Pauline tinggal bersama orangtua angkat dari Indonesia. Kebetulan anak dari orangtua angkatnya itu sedang melakukan pertukaran pelajar ke negara lain.

Suka Tari Saman

Tinggal di Indonesia tidak membuat Pauline kesulitan beradaptasi. Buktinya, selama 1 bulan di sini, Pauline sudah mulai bisa berbahasa Indonesia walaupun belum sepenuhnya lancar. Kepada Kompas.com, Pauline dapat bercerita dalam bahasa Indonesia dengan baik.

Tidak hanya sibuk belajar di sekolah, ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari saman dan dia sangat suka sekali belajar tarian dari Aceh itu. Pauline juga sudah berkunjung ke beberapa kota, seperti Bandung dan Yogjakarta.

Hatinya gembira selama jalan-jalan ke Bandung karena ia bisa mengunjungi factory outlet dan membeli beberapa pakaian. Bulan Maret nanti, Pauline dan kawan-kawan dari Rotary Club di Indonesia akan berangkat ke Bali. "Cuacanya sangat panas, tapi sangat enak, dan orang-orangnya sangat akrab," kata Pauline tentang Indonesia.

Pauline merasakan ada perbedaan antara belajar di Indonesia dan di negaranya. Di Indonesia, katanya, sebelum mulai pelajaran semua siswa berdoa. Ini tak ditemuinya di Perancis, belajar di sekolah tidak pernah diawali dengan doa. Perbedaan lain adalah cara mengucap salam. Di indonesia kita harus berjabat tangan, sedangkan di Perancis salam diberikan dengan cium pipi kiri dan kanan.

Pauline juga berkomentar hubungan antara siswa dan murid berbeda dari Perancis. Namun, Pauline mengaku tidak bisa menjelaskan perbedaan hubungan yang dimaksud karena hanya bisa dirasakan sendiri oleh Pauline.

Pelajaran kesukaan Pauline di kelas adalah bahasa Inggris. Harap maklum, bahasa Inggris adalah pelajaran satu-satunya yang dapat dia mengerti dengan baik dibandingkan pelajaran lain. Yang tidak disukai? Fisika.

Tidak suka pakai seragam

Selama sekolah, Pauline menggunakan seragam sekolah dengan kemeja lengan panjang dan rok panjang yang menutupi mata kaki. Sama seperti murid lain. Ini hal lain yang kurang ia sukai. Di negara asalnya, ia tidak pernah pakai seragam di sekolah.

Orangtua angkat Pauline juga memperkenalkan makanan Nusantara dan selalu menghidangkan nasi untuk dimakan. "Di Perancis, saya makan nasi hanya dua kali dalam sebulan, tapi di Indonesia saya makan nasi setiap hari dan saya bosan makan nasi setiap hari," katanya. Untunglah, Pauline masih menyukai sate ayam, bakso, ayam goreng, dan mi goreng.

Kompas.com

Share :                
A   A   A
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]