

Semarang, Wartakotalive.com
Salah satu kudapan populer di Semarang, ya lumpia. Orang-orang yang bepergian ke Semarang pun kerap membawa buah tangan lumpia. Rasa lumpia memang mengesankan lidah. Apalagi bambu muda atau rebung yang menjadi campuran isi ditambah potongan telur, irisan daging ayam atau udang menambah nikmat rasanya. Cita rasa lumpia Semarang ini perpaduan rasa dari kuliner Tionghoa dan Indonesia.
Satu generasi tua yang memproduksi lumpia, yakni generasi ketiga Siem Swie Kiem (68) yang tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya—Siem Gwan Sing— di Gang Lombok 11, Semarang. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini, terletak pada racikan rebungnya yang tidak berbau. Irisan telur dan udangnya juga tidak amis.
Lumpia lainnya, buatan generasi keempat ada di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran, Semarang. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie. Ayah Mbak Lien ini kakak dari Siem Swie Kiem.
Lumpia Mbak Lien ini racikan isinya menggunakan daging ayam kampung. Selain itu, dia juga memuat lumpia isi udang dan lumpia spesial yang berisi campuran ayam dan udang. Tapi, pelanggannya banyak yang menyukai lumpia spesialnya, maka Mbak Lien hanya fokus memproduksi lumpia isi ayam dan udang, dan tentu saja bambu muda yang renyah menjadi bahan utamanya.
Selain keluarga keturunan Tionghoa, ada juga orang-orang di luar mereka yang membuat lumpia semarang. Kebanyakan pembuatnya mantan karyawan di keluarga-keluarga Tionghoa yang memproduksi lumpia.
Proses terakhir pembuatan lumpia ini bisa digoreng atau tanpa digoreng. Untuk menyantapnya dibutuhkan bahan pelengkap lainnya. Seperti lokio yang menyerupai daun bawang, plus sausnya yang kecokelatan dengan rasanya yang agak manis.
Utamakan bahan segar
Untuk membuat lumpia semarang ini dibutuhkan bahan-bahan yang segar. Kulit lumpia tersedia di pasar tradisional atau supermarket. Pilih kulit lumpia yang masih baru dan tidak mudah robek. Begitu juga dengan olahan isi lumpia, juga dibutuhkan rebung, udang, atau ayam yang masih segar.
Agar rebung tidak berbau pesing dibutuhkan ekstra khusus pengolahannya. Bambu muda itu direbus dalam air mendidih. Kemudian, ditambahkan garam dalam air rebusan itu untuk menghilang bau tak sedap. Tidak usah terlalu banyak memberi garam.
Setelah itu, rebung ditiriskan hingga benar-benar kering. Diamkan rebung beberapa saat sampai rebung dingin. Dan, rebung siap diolah menjadi isi lumpia.
Resep Lumpia Semarang
Bahan :
- 20 lembar kulit lumpia
- 250 gram rebung, iris-iris panjang dan halus
- 250 gram udang, rebus dan iris-iris panjang
- 1/2 ekor ayam, rebus dan potong-potong panjang
- 2 batang wortel, rebus dan iris-iris panjang
- 4 siung bawang putih
- 10 siung bawang merah, iris halus
- 100 gram mentega, campur dengan sedikit minyak goreng
- kaldu ayam secukupnya
Saus :
- 10 siung bawang putih, haluskan
- 3 sendok makan air mendidih
- cuka secukupnya
Cara Memasak Lumpia Semarang :
1. Panaskan 2 sendok makan mentega, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan ayam, udang, rebung, dan wortel, aduk, tambahkan kaldu ayam, dan sedikit air. Masak sampai semua bumbunya meresap dan air mengering. Angkat dan biarkan hingga dingin.
2. Isi masing-masing kulit lumpia dengan adonan isi, bungkus rapi. Panaskan mentega, goreng lumpia hingga kuning. Hidangkan dengan saus bawang putih.
3. Untuk saus : campur jadi satu bawang putih, air mendidih dan cuka, aduk rata.
(resepmasakanindonesia/tan)

