

Manado, Wartakotalive.com
Lebih dari 100 orang asal China datang ke Manado untuk menyaksikan perayaan Imlek di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara itu. Diperoleh keterangan, belasan kelenteng di Manado, Bitung, dan Minahasa juga menyiapkan pesta kembang api pada malam pergantian tahun China itu.
Hengky Wijaya, tokoh masyarakat peranakan Tionghoa Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (21/1/2012), mengatakan, sebagian dari wisatawan China itu telah tiba di Manado dalam beberapa penerbangan dari Jakarta. Sebagian dari mereka memiliki sanak keluarga di ”Kota Kawanua”.
Rombongan wisatawan asal China lainnya menggunakan pesawat sewa Batavia langsung dari Guangzhou, besok. ”Perayaan Imlek di Manado dijual sebagai paket wisata,” katanya.
Steven Lumongan, pengusaha pariwisata di Manado, mengatakan telah menjual paket wisata Imlek di Manado sejak akhir tahun lalu. Menurut dia, banyak wisatawan asal China tertarik datang ke Manado sekaligus mengunjungi keluarga.
Perayaan Imlek dan budaya Tiongkok di Manado lebih ekspresif dan atraktif dibandingkan dengan kota lain di Tanah Air. Perayaan Toa Pe Kong yang digelar setelah Imlek sangat diminati warga Manado sejak tahun 1900.
Menurut Hengky, perayaan Imlek tahun ini cukup meriah karena sejumlah kelenteng siap menggelar pesta kembang api, termasuk kelenteng tua Ban Hing Kiong di kawasan Calaca.
Kompas.com

Bisnis yang Meledak di Tahun Naga AirASAL USUL TAHUN BARU IMLEK
Festival musim semi atau tahun baru penanggalan Imlek adalah hari raya akhir tahun dalam penanggalan Tionghoa, umumnya disebut "Tahun baru" yang merupakan perayaan hari raya tradisional yang paling meriah dan khidmat di kalangan rakyat Tionghoa.
Sebelum tanggal 1 Januari (penanggalan Tionghoa) ada upacara sembahyang, upacara peringatan untuk orang yang telah wafat dan upacara lainnya; di hari raya itu ada pemberian angpao kepada anak-anak, anjangsana antar-famili serta sahabat dan perayaan lainnya, pertengahan bulan setelah hari raya tersebut adalah pesta lampion pada malam Cap go meh, dan setelah pesta lampion berlalu pada malam Cap go meh yang dipenuhi dengan lentera hias seluruh kota, hari raya festival musim semi baru benar-benar dianggap berakhir.
Sejarah festival musim semi sudah sangat lama, asal mulanya berasal dari kegiatan upacara sembahyang memperingati peringatan leluhur dan menyembahyangi dewa ketika pergantian tahun baru pada masa Dinasti Yin dan Shang. Dan mengenai berbagai macam mitologinya juga banyak sekali......
Sumber: http://wihara.com
