• Selamat Datang
 
  • :  
  • Komunitas
  •   :  
  • Warta Komunitas
  •   :  
Senin, 9 Januari 2012
Depok Radio Control Drift (DRCD)
Beri Fasilitas Bagi Penggemar RC
 
Dibaca : 1223 kali     Komentar: 3

Jakarta, Wartakotalive.com

BAGI pecinta mobil radio control (RC) proporsional, khususnya di wilayah Depok, kini tidak usah jauh-jauh ke Jakarta untuk menyalurkan hobinya. Sekelompok anak muda yang menamakan Depok Radio Control Drift (DRCD) sudah membuat sirkuit untuk memanjakan para pecinta RC di Kota Depok.

Mereka mengklaim bahwa sirkuit yang mereka bangun sebagai sirkuit profesional pertama di Depok. Lintasan itu dibangun di lantai satu D Mal —dulu bernama Depok Mal— di Jalan Margonda Raya menggunakan karpet sintetis.

Menurut Ketua Depok Radio Control Drift (DRCD), Ade Mizra, selama ini Jakarta menjadi kiblat pecinta RC, karena toko penjual peralatan RC hingga saat ini hanya ada di Jakarta.

"Saat ini toko penjual RC masih ada di Jakarta. Di Depok belum ada toko penjual RC. Namun penggemarnya sudah mulai banyak di kota Depok ini. Seiring banyaknya penggemar RC di Depok, saya mendirikan perkumpulan khusus pecinta RC skala 1:10 di Depok," ujar Ade yang juga pendiri komunitas DRCD.

Dikatakan Ade, dibentuknya komunitas bertujuan sebagai sarana kumpul dan komunikasi para drifters lokal yang ingin bersama-sama mengembangkan hobi RC di dunia RC drift Indonesia.

"Kebetulan RC drift yang kami pilih. Tren RC tipe ini bisa dimainkan di mana saja. Selain itu sejumlah anggota juga bisa bertukar pikiran dan tukar informasi tentang mobil RC hingga tempat penjualannya. Ada anggota kami yang memiliki jalur ke penjual RC 1:10 di luar negeri," ujar Ade yang membentuk komunitas tersebut pada Meil 2011.

Ade mengatakan, awalnya dia bermain RC Drift Quick Drive (QD) awal tahun 2010. Setelah itu, dia beralih ke RC proporsional (propo) Tamiya 1:10 yang lebih menantang dari segi memainkannya. Selain itu RC propo memiliki detail yang sangat mirip dengan mobil aslinya.

Awalnya komunitas DRCD hanya beranggotakan empat orang saja. Mereka juga hanya bermain di lantai keramik dan berkumpul setiap Sabtu dan Minggu di areal permainan Time Zone D Mall di lantai lima.

"Kegiatan kami dilirik oleh pihak pengelola gedung dan mereka ingin membangun citra mal tersebut sebagai mal komunitas. Ahirnya kami diberi ruangan di lantai satu untuk membangun sirkuit. Di sirkuit itu kami kumpul setiap pekannya," ujar Ade.

Komunitas DRCD semakin berkembang, dan anggotanya saat ini sudah mencapai 30 orang. Komunikasi secara online juga dilakukan dengan membuat website www.drcd.net, dan membuat akun Facebook dengan nama Depok RC Drifter.

"Anggota bisa main sepuas-puasnya di sirkuit tersebut. Mereka dipungut uang Rp 100.000 per bulan untuk uang kas dan biaya sewa tempat ke D Mal. Untuk bukan anggota dikenakan biaya Rp 25.000 untuk satu hari," ujar Ade. (mur)

Share :                
A   A   A
Komentar Anda
Rabu, 11 Januari 2012
eka
@dimas : kita macem2 bos pake kitnya, tp yang pasti bukan QD, kebanyakan basenya tamiya ta-05 VDF
Senin, 9 Januari 2012
dimas
spek rc yg disana biasanya pake yg QD apa yg Tamiya?
Senin, 9 Januari 2012
niky
maju terus DRCD....
Beri komentar :
Nama
Email
Komentar
Kode
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
 
CLOSE[X]