Jumat, 24 September 2010
Liga Kompas Gramedia U14
Palsukan Pemain, SSB UMS Dinyatakan Kalah 0-3
Dibaca :
241 kali

Komentar:
5
Palmerah, Warta Kota
Komite Liga Kompas Gramedia (LKG) U14 menjatuhkan sanksi kepada Sekolah Sepak Bola Union Makes Strength (SSB UMS), yakni kalah 0-3 dari Pelita Jaya.
UMS melanggar peraturan kompetisi LKGU14 Pasal 17 Ayat 2 tentang memainkan pemain tak sah, saat melawan Pelita Jaya, Minggu (19/9), di Lapangan ABC, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, dan menang 2-0. Dalam pertandingan itu UMS menyusupkan dua pemain yang tak terdaftar, yaitu Aldiar Gunawan Tamaela dengan memakai ID Card Dedi Arya Kusuma, dan Galuh yang memakai ID Card Galih Aguestino.
Meski Manajer UMS Maman Sa'aman telah meminta maaf secara tertulis, tapi rapat Komite LKGU14 pada Jumat (24/9) di Sekretariat LKU14, Gedung Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta, memutuskan terjadi pelanggaran berat.
"Pelanggaran ini tak bisa ditolerir karena sengaja mencederai kompetisi," kata Penanggung Jawab Komite LKGU14 JB Moerad, tegas.
Direktur Kompetisi LKGU14 Sutan Harharah menambahkan, pemalsuan pemain itu merusak pembinaan usia dini. Manajer dan pelatih UMS, kata Sutan, mestinya sudah sangat paham anak-anak usia dini harus diasah dengan benar, agar kelak menjadi pemain yang bukan saja hebat dalam bersepak bola, melainkan juga kuat menjunjung tinggi fair play.
Selain menghukum UMS, Komite LKGU14 juga mengirim surat kepada pengurus yayasan UMS untuk menegur Maman, termasuk pelatih Max Pieter. Teguran berikut surat keputusan hukuman dari Komite LKGU14 itu ditembuskan ke 15 SBB lain sebagai pemberitahuan agar tak terjadi
lagi.
Dalam klasemen sementara LKGU14, UMS berada di urutan kedua terbawah (15) dengan nilai 0 dari lima laga. Sedangkan puncak klasemen masih dipegang AS-IOP Apac Inti A dengan nilai 15. (Taufik Batubara)
Komentar Anda
Jumat, 18 Maret 2011
yudha azhar al khaitami
Aneh bin ajaib.....Jujur tidaknya seharusnya pelatih maupun pengurus yang lebih tahu data2 anak tsb sebelum screening test, kan panpel sendiri telah menentukan persyaratannya....kalau saya hanya berdo'a saja agar Allah melaknat org2 yang ingin merusaknya....menurut saya panitia sudah benar aturan mainnya...sekali lagi pelatih dan pengurusnya yang lebih tahu kelahiran anak tsb...majulah panpel.
Senin, 17 Januari 2011
H Jaya
Pengakuan: Saya mantan pemain sepak bola yang tidak terkenal dimata masyarakat karna perestasi yang minim, tapi Saya gila.... sepak bola, terkenang dididik, dilatih, sebagai murid sepak bola UMS Almarhum Dr gigi Endang Witarsa atau om Sun yu, kesahari hariannya melatih pagi dan sore yang tidak ada jenuh2nya, dgn ikhlas melatih kedisiplinan pemain mental.. yang kuat, Tks
Senin, 17 Januari 2011
H Jaya
Ass.. Salam sejahtera untuk kita semua para pencinta, pembina sepak bola di Bumi pertiwi Indonesia ini, Saya sangat perihatin yang mana saya coba Klik Google sepak bola Indonesia di dadaku, terpampang Tournament LKG U 14, yang mana Direktur LKG U 14 Bang Sutan harhara memberi sangsi kepada 1 pelatih UMS Saudara Maman dan teguran untuk Bung Max pieter, Saya tahu Bang Sutan menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang ada karna undang undangnya sudah ada,kehilafan sekejap fatal untuk club itu, Tks
Kamis, 1 Januari 1970
M. Guntur
Manusia tak luput dari Kesalahan dan Keihlafan, mungkin ini hanya segelintir SSB yang yang mungkin terbukti, kalau memang tegas dan disiplin serta menjalankan peraturan yang berlaku saya harap bapak Sutan juga harus mengevaluasi lagi SSB yang lainya, jgn hanya SSB UMS dijadikan korban sedangkan lainya dibiarkan saja.
Kamis, 1 Januari 1970
Guntur
Saya sebagai pencinta sepakbola memang tdk suka apa yg dibuat SSB UMS, tapi sebagai manusia kita juga harus bisa koreksi apa semua SSB yang ikut Tournament ini JUJUR SEMUA, jadi mari kita maafkan dan kita tekankan utk tidak terulang kembali. Tapi kenapa setelah pertandingan selesai dan dinyatakan UMS menang 2-0 atas SSB Pelita Jaya baru di tegor, apa sengaja SSB UMS berbuat salah dulu, seharusnya Pengawas Pertandingan lebih JELI dan TELITI. Terima Kasih.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.